Brotherhood of the Sea: Pemimpin Angkatan Laut Jepang Sambangi KRI Sultan Iskandar Muda
JAKARTA, 6 Februari 2026 – Laut bukan hanya tentang gelombang dan ombak, tetapi juga tentang persahabatan antar bangsa. Hal itu tergambar jelas ketika Chief of Staff Japan Maritime Self-Defence Force (JMSDF), Admiral Saito Akira, melakukan kunjungan kehormatan ke KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367), kapal perang kebanggaan TNI AL yang baru saja menuntaskan misi internasional di Lebanon.
Disambut dengan jajar kehormatan di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Admiral Saito bersama rombongan meninjau langsung kecanggihan teknologi SIGMA Class yang melekat pada KRI SIM-367. Antusiasme terpancar saat beliau mendengarkan penjelasan tentang rekam jejak operasional kapal yang dikenal sebagai “langganan” misi perdamaian dunia.
Apresiasi khusus diberikan atas kemampuan KRI SIM-367 dalam mengintegrasikan sistem sensor dan senjata modern, sebuah bukti bahwa alutsista TNI AL dan kualitas prajuritnya telah berada pada standar global. “Kunjungan ini bukan sekadar protokoler, melainkan bukti kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit TNI AL,” tegas Komandan KRI SIM-367, Letkol Laut (P) Anugerah Annarullah.
Tradisi pertukaran cinderamata menutup kunjungan dengan simbol Brotherhood of the Sea – persaudaraan di lautan yang melampaui batas negara. Momentum ini menegaskan bahwa sinergi antara TNI AL dan JMSDF bukan hanya tentang kekuatan militer, melainkan juga komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan sesuai prinsip hukum laut internasional (UNCLOS 1982).
Sebelumnya, Admiral Saito juga telah bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali serta Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, membahas kerja sama strategis yang semakin mempererat hubungan Indonesia–Jepang.(Red)








