Istri Korban Ungkap Detik-Detik Mencari Suami hingga Ditemukan Linglung di Kebun, Minta Penegak Hukum Beri Keadilan
BATANG HARI – Kisah pilu dialami keluarga seorang warga Desa Simpang Rantau Gedang, Kabupaten Batang Hari, yang diduga menjadi korban penganiayaan. Istri korban, Ninu Armaini, mengungkapkan rangkaian kejadian tersebut saat ditemui dalam wawancara di RSUD Hamba Muara Bulian, Minggu (16/8/2026).
Ninu menceritakan, awalnya keluarga memperoleh informasi bahwa suaminya telah dibawa ke fasilitas kesehatan dan mendapat perawatan akibat luka yang dialaminya. Bahkan, keluarga juga menerima informasi bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui perdamaian.
Atas informasi itu, keluarga kemudian berupaya mencari keberadaan korban. Mereka mendatangi fasilitas kesehatan dan Polsek untuk memastikan kondisi serta keberadaan korban. Namun, keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan suaminya.
Pencarian kemudian berlanjut hingga keluarga memperoleh pesan suara yang meminta agar korban dijemput di kawasan perkebunan. Keluarga bersama beberapa orang kemudian melakukan pencarian menggunakan sepeda motor.
Setelah beberapa waktu mencari, keluarga akhirnya menemukan korban berada di kawasan semak-semak. Korban kemudian dibawa pulang menggunakan sepeda motor.
Menurut Ninu, kondisi suaminya saat ditemukan sudah sangat mengkhawatirkan. Ketika diajak berbicara, korban disebut tidak memberikan respons sebagaimana biasanya. Sesampainya di rumah, korban juga tidak mau makan maupun minum dan lebih banyak memejamkan mata.
Melihat kondisi tersebut, keluarga akhirnya kembali membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum.
Ninu berharap aparat penegak hukum dapat mengusut secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi terhadap suaminya, termasuk bagaimana korban bisa ditemukan di kawasan perkebunan dalam kondisi tersebut.
“Kami minta keadilan. Dia itu manusia, bukan binatang. Kalau memang sudah terjadi sesuatu, seharusnya ada etika baiknya, diantar dan dipastikan kondisinya. Jangan sampai dibuang begitu saja,” ujar Ninu saat ditemui di RSUD Hamba Muara Bulian.
Ia juga berharap proses hukum berjalan transparan dan tidak berhenti hanya karena adanya informasi mengenai perdamaian. Menurut keluarga, kondisi korban saat ditemukan menjadi alasan kuat agar seluruh rangkaian kejadian tersebut dapat diperiksa secara terang.
Sementara itu, Ketua LCKI Kabupaten Batang Hari, Yernawita, SH, turut memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Keluarga berharap keterlibatan lembaga maupun pendamping masyarakat dapat membantu memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai aturan hukum.
Hingga saat ini, keluarga menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Mereka berharap fakta sebenarnya dapat segera terungkap dan pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Catatan: Seluruh keterangan mengenai dugaan penganiayaan dalam pemberitaan ini merupakan keterangan dari pihak keluarga korban dan masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi aparat penegak hukum.
(Red)**











