Nyalakan Sein, Lalu Dihantam dari Belakang! Pengendara Honda Beat Tersungkur di Aspal, Pilih Tempuh Jalur Damai
BATANG HARI — JAMBI – Sebuah perjalanan yang semula berlangsung biasa berubah menjadi peristiwa yang tak akan mudah dilupakan. Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat ESP harus menahan rasa sakit dan kerugian materi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Jambi–Muara Bulian, tepatnya di depan Masjid At Taqwa, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban yang saat itu melaju dari arah Kota Jambi menuju Sungai Baung mengaku menjadi korban tabrakan dari belakang oleh sebuah mobil bernomor polisi BH 1524 MM saat hendak berbelok.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada awak media, kondisi jalan saat kejadian terbilang normal. Cuaca cerah, jalan beraspal mulus, dan arus lalu lintas tidak padat.
Saat berada di lajur kiri dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, korban mengaku telah menyalakan lampu sein sebagai tanda akan berbelok ke arah kanan. Namun dalam hitungan detik, situasi berubah drastis.
Sebuah mobil yang datang dari arah belakang diduga tidak sempat mengurangi laju kendaraan karena jarak yang sudah terlalu dekat. Benturan keras pun tak terelakkan.
Bagian depan mobil menghantam bagian belakang Honda Beat yang dikendarai korban hingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan tersungkur ke badan jalan.
“Saya sudah menyalakan lampu sein sebagai tanda akan berbelok. Tiba-tiba terjadi benturan dari belakang dan saya langsung terjatuh,” ungkap korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet pada siku kiri, luka pada kaki kanan bagian luar, serta nyeri pada bagian pinggul akibat benturan saat terjatuh ke aspal.
Tak hanya menimbulkan luka fisik, kecelakaan itu juga menyebabkan kerusakan cukup serius pada kendaraan yang digunakan korban untuk aktivitas sehari-hari.
Velg belakang mengalami kerusakan, bagian stang dan kepala motor terdampak benturan, spakbor depan dan belakang pecah, lantai pijakan rusak, serta box aki mengalami keretakan. Total kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 35 persen.
Sementara itu, mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dilaporkan mengalami lecet dan sedikit penyok pada bagian depan kendaraan.
Usai kejadian, kedua belah pihak langsung menepi ke bahu jalan guna menghindari kemacetan dan mengamankan situasi. Peristiwa tersebut turut disaksikan oleh seorang warga bernama Wani bersama sejumlah warga lainnya yang saat itu hendak melaksanakan salat di Masjid At Taqwa.
Meski mengalami luka dan kerugian materi akibat kecelakaan tersebut, korban mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan.
Sebaliknya, ia memilih mengedepankan komunikasi dan musyawarah agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Kecelakaan ini tidak diinginkan oleh siapa pun. Saya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Saya tidak ingin mencari siapa yang menang atau kalah, yang penting ada komunikasi yang baik dan penyelesaian yang adil bagi kedua belah pihak,” ujar korban.
Menurutnya, kesehatan dan pemulihan kondisi pasca-kecelakaan menjadi hal yang paling utama saat ini. Ia berharap seluruh pihak dapat menunjukkan itikad baik sehingga persoalan tersebut dapat berakhir dengan damai.
“Saya hanya ingin masalah ini selesai dengan baik. Semoga semua pihak bisa saling memahami dan mengedepankan rasa tanggung jawab. Mudah-mudahan persoalan ini berakhir secara kekeluargaan,” tambahnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Sebab, dalam hitungan detik, sebuah perjalanan yang terlihat biasa dapat berubah menjadi insiden yang membawa luka, kerugian, dan pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.(Red)**












