Portal Berita Kriminal Terkini
Beranda Nasional Mensesneg Prasetyo Hadi: Media Mainstream Mitra Strategis Bangsa, Pemerintah Gencarkan Edukasi Publik dan Terbuka pada Kritik

Mensesneg Prasetyo Hadi: Media Mainstream Mitra Strategis Bangsa, Pemerintah Gencarkan Edukasi Publik dan Terbuka pada Kritik

Jakarta — Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, hadir dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One, Sabtu (14/2), sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 18 tahun TV One sebagai salah satu media nasional yang konsisten menghadirkan informasi faktual, edukatif, dan berimbang bagi masyarakat.

Dalam perbincangan yang penuh makna, Prasetyo menegaskan bahwa media mainstream adalah pilar utama demokrasi dan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program-program nasional. “Setiap kementerian selalu memberikan penjelasan, dan kami dari istana melakukan amplifikasi agar manfaat program benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu program yang disorot adalah cek kesehatan gratis yang kini diperluas jangkauannya. Pemerintah bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk mengirimkan notifikasi kepada masyarakat, sehingga layanan deteksi dini kesehatan bisa lebih efektif dan inklusif. “Awalnya masyarakat takut periksa karena khawatir ketahuan sakit, tapi ini bagian dari proses edukasi. Yang penting manfaatnya bisa diterima luas,” tambahnya.

Selain layanan publik, Prasetyo menekankan tantangan besar di era digital, yakni maraknya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Menurutnya, strategi pemerintah bukan hanya sekadar klarifikasi, tetapi juga memperkuat nation and character building melalui edukasi berjenjang sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi anak, hingga pendidikan di sekolah. “Kalau kualitas hidup dan pendidikan masyarakat kita baik, maka kepedulian sosial terbentuk. Dengan begitu, hoaks bisa ditekan,” jelasnya.

Prasetyo juga menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik publik, selama berbasis data dan disampaikan dengan etika. Kritik konstruktif justru menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan. “Kebebasan berpendapat dijamin konstitusi, tapi mari kita sampaikan dengan penuh tanggung jawab dan adab ketimuran,” tegasnya.

Ia menutup perbincangan dengan refleksi tentang jati diri bangsa Indonesia yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi gotong royong. “Kerja sama pemerintah dan media adalah kunci untuk menangkal hoaks dan menjaga persatuan bangsa. TV One telah membuktikan selama 18 tahun bahwa media bisa menjadi mitra strategis dalam membangun demokrasi yang sehat,” pungkasnya.(Red)**

Komentar
Bagikan:

Iklan

Back to top