Portal Berita Kriminal Terkini
Beranda Peristiwa Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Dunia, Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Dunia, Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

JAKARTA – LIPUTAN KHUSUS KRIMINAL – Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi bagian dari pembentukan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi sorotan nasional setelah Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi lima peserta meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Menurut Kemhan, kelima peserta meninggal dunia ketika mengikuti tahapan latihan bela negara dan pembekalan manajerial dalam program SPPI tahun 2026.

Program tersebut diikuti oleh puluhan ribu calon pengelola KDMP dan KNMP dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama 45 hari, terdiri atas 30 hari pembinaan bela negara dan kedisiplinan, kemudian dilanjutkan 15 hari pelatihan manajerial yang dipusatkan di puluhan satuan pendidikan militer.

Menurut penjelasan Kemhan, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Namun, selama pelaksanaan kegiatan terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan hingga akhirnya meninggal dunia. Pemerintah menyatakan setiap peserta yang mengalami kondisi darurat telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan militer maupun rumah sakit rujukan.

Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, Menteri Pertahanan memerintahkan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil. Evaluasi meliputi prosedur pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi fisik peserta, kesiapan tenaga medis, pola latihan, hingga penyesuaian intensitas kegiatan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing peserta. Selain itu, Kemhan juga melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap peserta lain sebagai langkah mitigasi.

Peristiwa ini memunculkan perhatian luas dari masyarakat. Sejumlah kalangan meminta agar proses evaluasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh, termasuk mengungkap penyebab kematian setiap peserta berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Di sisi lain, berbagai pihak juga mendorong agar standar keselamatan dalam setiap program pelatihan yang melibatkan masyarakat sipil terus diperkuat. Pengawasan kesehatan, kesiapan fasilitas medis, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat dinilai harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan menyatakan proses evaluasi masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program SPPI, KDMP, maupun KNMP ke depan. Pemerintah juga menyampaikan komitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta memastikan seluruh peserta yang masih mengikuti pelatihan mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal.(Red)**

Komentar
Bagikan:

Iklan

Back to top