Portal Berita Kriminal Terkini
Beranda Peristiwa Bayang-Bayang AT: Misteri Sindikat Curanmor yang Terus Menghantui Muara Tembesi

Bayang-Bayang AT: Misteri Sindikat Curanmor yang Terus Menghantui Muara Tembesi

BATANGHARI, JAMBI – Suasana tenang di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, kini terusik oleh awan kecemasan yang berkepanjangan. Sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) yang bergerak layaknya bayang-bayang terus menebar teror kehilangan di tengah masyarakat. Hingga Sabtu (18/4/2026), keresahan publik memuncak seiring belum tertangkapnya sosok berinisial AT—sebuah nama yang terus bergema dalam setiap pengungkapan kasus, namun hingga kini masih belum tersentuh oleh aparat penegak hukum.

​Jajaran Satreskrim Polres Batanghari bersama Polsek setempat sejatinya telah melakukan serangkaian penggerebekan dan melumpuhkan sejumlah pelaku lapangan. Namun, dari balik ruang interogasi, sebuah pola yang konsisten mulai terbaca jelas oleh penyidik. Nama AT disebut berulang kali oleh para tersangka yang telah tertangkap, mengindikasikan keterlibatan sosok ini dalam jaringan curanmor yang lebih luas. Meski penyebutan nama tersebut menjadi pintu masuk krusial bagi penyidik dalam mengungkap sindikat, hingga saat ini aparat masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai status hukum maupun keberadaan yang bersangkutan, sehingga menciptakan celah spekulasi di tengah masyarakat yang haus akan kepastian.

​Warga Muara Tembesi bukanlah orang asing bagi nama AT. Rekam jejaknya disebut-sebut kelam dengan riwayat kasus hukum terdahulu yang melibatkan tindak pidana pencurian hingga penyalahgunaan narkotika. Bagi warga, sosok AT adalah wajah lama yang seharusnya mampu ditindak tegas oleh aparat, bukan justru dibiarkan bebas menjadi dalang di balik ketakutan kolektif yang kini merajalela. Di tengah situasi ini, banyak warga mengaku hidup dalam kewaspadaan tinggi karena kehilangan motor terus terjadi tanpa henti, bahkan beberapa di antaranya mengaku tidak mendengar suara mencurigakan sama sekali hingga kendaraan mereka raib dalam waktu singkat.

​Sindikat ini dinilai beroperasi dengan pola yang sangat rapi dan minim jejak. Tidak ada kalangan yang kebal dari aksi kejahatan ini; bahkan seorang wartawan dilaporkan telah menjadi korban setelah sepeda motor Honda CRF miliknya raib digasak pencuri, sebuah bukti nyata bahwa siapa pun bisa menjadi sasaran empuk kapan saja. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk mendesak adanya langkah progresif dari aparat kepolisian, baik di tingkat Polres Batanghari hingga dukungan dari jajaran Polda Jambi, untuk melakukan penindakan yang lebih masif dan terukur.

​Hingga berita ini diturunkan, teka-teki mengenai posisi AT dan upaya pengejaran yang dilakukan pihak kepolisian masih menjadi tanda tanya besar. Masyarakat Muara Tembesi kini hanya menanti langkah konkret dan ketegasan aparat untuk mengembalikan rasa aman yang telah lama hilang, sembari berharap agar pelaku segera diringkus sebelum ada lagi korban-korban berikutnya yang jatuh.(Arip)**

Komentar
Bagikan:

Iklan

Back to top