Guncang Basis Sindikat di Kampung Baru, Satresnarkoba Polres Batang Hari Bidik Jejak Pelarian DIGA dalam Operasi Senyap yang Presisi
BATANG HARI — Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Batang Hari ditabuh dengan intensitas yang lebih tajam. Merespons atensi publik yang sempat memanas akibat viralnya sosok berinisial DIGA, jajaran elite Satresnarkoba Polres Batang Hari di bawah komando langsung AKP Saprizal membuktikan taringnya melalui sebuah operasi penetrasi taktis. Pada Kamis, 14 Mei 2026, tim gabungan bergerak dengan kerahasiaan tinggi menuju RT 08 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, guna menyisir titik yang disinyalir kuat sebagai pusat aktivitas jaringan yang telah meresahkan masyarakat tersebut.
Langkah berani ini melibatkan kolaborasi solid antara personel Opsnal, Kapolsek Muara Tembesi, hingga perangkat lingkungan setempat guna memastikan setiap tindakan berada dalam koridor hukum yang absolut. Kehadiran aparat di lokasi penggerebekan bukan sekadar gertakan, melainkan bentuk nyata dari respons cepat kepolisian terhadap keresahan warga. Dengan disaksikan langsung oleh Ketua RT sebagai saksi sipil, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di kediaman yang terindikasi menjadi basis operasi narkotika, menegaskan bahwa transparansi dan prosedur tetap menjadi prioritas utama Korps Bhayangkara dalam menjalankan misi pembersihan wilayah.
Meskipun target utama tidak berada di tempat saat penyergapan berlangsung, kecermatan petugas di lapangan membuahkan hasil dengan ditemukannya alat pendukung penyalahgunaan sabu berupa sendok rakitan dari pipet sedot. Temuan ini menjadi potongan teka-teki krusial yang kini tengah didalami secara intensif oleh tim penyidik untuk memetakan peran dan keterkaitan para pelaku dalam struktur jaringan yang lebih besar. Kasat Resnarkoba, AKP Saprizal, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat adalah amunisi valid yang akan ditindaklanjuti hingga tuntas melalui proses lidik yang mendalam agar pengungkapan kasus tepat sasaran dan memberikan efek jera yang maksimal.
Di sisi lain, radar pemantauan kini terkunci rapat pada sosok DIGA yang berdasarkan informasi pihak keluarga tengah berada di wilayah Dharmasraya, Sumatera Barat. Kendati berada di luar provinsi, kepolisian memastikan bahwa ruang gerak yang bersangkutan terus dipantau secara ketat dalam radar investigasi Satresnarkoba Polres Batang Hari. Dukungan penuh dari warga dan komitmen kerja sama yang dinyatakan oleh Ketua RT setempat menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat telah bersatu dengan aparat untuk menghancurkan dominasi sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya.
Operasi ini menjadi pesan terbuka bagi siapa pun yang mencoba bermain dengan barang haram di wilayah Batang Hari bahwa hukum tidak akan pernah tidur. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap kooperatif dan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak berwajib tanpa tindakan main hakim sendiri. Dengan sinergi yang kian solid antara intelijen kepolisian dan keberanian sipil, upaya memutus mata rantai peredaran narkotika di Bumi Serentak Bak Regam dipastikan akan terus bergulir tanpa kompromi hingga stabilitas dan keamanan publik benar-benar pulih sepenuhnya.(Red)**








