Keluarga Rinton Memanas di Sarolangun: Utang Piutang dan Campur Tangan Pihak Luar Picu Gejolak
Sarolangun, 20 Maret 2026 – Ketegangan internal keluarga Rinton mencuat ke permukaan setelah percakapan panjang antara saudara-saudaranya, Wahid, Kartak, dan Iwan Jenang. Persoalan utang piutang menjadi inti perbincangan, ditambah dengan keterlibatan pihak luar seperti suku anak dalam dan sejumlah wartawan yang membuat suasana semakin panas.
Wahid dalam percakapan menegaskan agar keluarga tetap memberi dukungan kepada Rinton. “Assalamualaikum Om. Tolong Om, jangan putus asa Om, bantu Rintonya Om. Kalau masalah utang piutang, silakan dipotong. Tetapi sisanya tetap dikembalikan kepada Rinton,” ujarnya.
Kartak menambahkan bahwa persoalan ini memang berat karena menyangkut hubungan keluarga. Ia menekankan bahwa kebenaran harus tetap dibela, sementara kesalahan bisa dibela jika sudah ada kesadaran dan permintaan maaf. “Yang salah itu bisa dibela kalau dia sudah mampu menguasai diri. Kalau dia sudah tahu dirinya salah, dia minta maaf, wajarlah kita bela dia,” ucap Kartak.
Di tengah ketegangan itu, Iwan Jenang tampil sebagai penengah. Ia menyampaikan permintaan maaf lahir batin atas kata-kata yang mungkin tersilap, lalu menekankan pentingnya mencari jalan damai. “Saya ini cuma mengatakan di sini, kalau urusan keluarga memang agak berat. Tapi jangan sampai ada yang merasa dirugikan. Kalau ada jalan yang bagus, mari kita tempuh bersama,” kata Iwan.
Iwan juga mengingatkan bahwa Rinton adalah ponakan yang sudah ia kenalkan kepada suku anak dalam dan wartawan. “Kalau memang ada hutang, silakan dipotong. Tetapi bagian Rinton tetap dikembalikan kepadanya. Jangan sampai dia merasa tidak puas,” tegasnya.
Situasi ini semakin sensitif karena terjadi di wilayah hukum Polres Sarolangun, Kecamatan Mandi Angin, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Kawasan tersebut sebelumnya sudah diguncang oleh pemberitaan terkait aksi para pelaku illegal drilling yang sempat membuat panas suasana minggu lalu.
Keluarga berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum momentum Lebaran, agar tidak melebar ke ranah publik dan menjaga nama baik bersama. “Kalau ada jalan yang bagus, mari kita cari bersama. Jangan sampai masalah keluarga ini jadi bahan media untuk menjatuhkan,” tutup Iwan Jenang.(Hadi)*”








