Portal Berita Kriminal Terkini
Beranda Berita Polisi Polda Jambi Ultimatum Sekolah: Hentikan Kekerasan, atau Kami Bertindak!

Polda Jambi Ultimatum Sekolah: Hentikan Kekerasan, atau Kami Bertindak!

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, S.I.K.

LIPUTAN KHUSUS KRIMINAL 

Jambi — Dunia pendidikan di Jambi kembali tercoreng. Sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan aksi kekerasan brutal di ruang kelas SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Seorang siswa menjadi bulan-bulanan teman sekelasnya, dipukul dan ditendang tanpa perlawanan. Ironisnya, kejadian itu berlangsung di dalam lingkungan sekolah—tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi generasi muda.

Video tersebut menyebar cepat di media sosial, memicu gelombang kemarahan publik. Orang tua resah, masyarakat geram, dan dunia pendidikan kembali dipertanyakan integritasnya. Tak butuh waktu lama, Polda Jambi turun tangan. Lewat pernyataan resmi, mereka mengultimatum seluruh sekolah di wilayah hukumnya: hentikan kekerasan, atau bersiap menghadapi konsekuensi hukum.

Kabid Humas Polda Jambi yang baru, Kombes Pol Erlan Munaji, S.I.K., menyampaikan sikap tegas institusinya. Ia menegaskan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah bukan sekadar pelanggaran tata tertib, melainkan tindak pidana yang akan ditindak sesuai hukum. Pihak kepolisian juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk memperketat pengawasan di sekolah-sekolah serta membangun komunikasi aktif dengan pihak sekolah dan orang tua siswa.

Polda Jambi juga menyoroti pentingnya peran kepala sekolah dan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi. Pendidikan karakter, pengawasan internal, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah kekerasan pelajar. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang pembentukan moral dan empati.

Saat ini, para pelaku kekerasan telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum. Korban mendapat pendampingan medis dan psikologis. Pihak sekolah diminta bertanggung jawab penuh dan kooperatif dalam proses penyelidikan. Polda Jambi memastikan bahwa tidak akan ada intervensi dalam penegakan hukum, dan semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi seluruh institusi pendidikan. Kekerasan di sekolah bukan hanya melukai fisik, tapi juga merusak masa depan. Redaksi Liputan Khusus Kriminal akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Karena ketika ruang belajar berubah menjadi arena kekerasan, maka yang terancam bukan hanya siswa—tapi masa depan bangsa.(Redaksi)**

Komentar
Bagikan:

Iklan

Back to top