Polres Bungo Sekat Jalur BBM dan Alat Berat, Tekan Laju PETI di Sungai Batang Bungo
LIPUTAN KHUSUS KRIMINAL
BUNGO – Upaya tegas memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus digencarkan. Polres Bungo bersama TNI dan sejumlah instansi terkait menggelar operasi penyekatan kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Bungo, Jumat (15/1/2026).
Operasi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini dipusatkan di Simpang Bedaro, Dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Penyekatan melibatkan kekuatan penuh dari Polres Bungo, BKO Brimob, Kodim 0416/BUTE, Satpol PP, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo.
Kegiatan dimulai dengan apel gabungan yang dipimpin oleh Lettu Inf Ariandi selaku perwira pengendali pos. Selanjutnya, tim gabungan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang melintas, terutama yang dicurigai membawa BBM dan alat berat untuk keperluan tambang ilegal. Hingga malam hari, personel tetap siaga di pos penyekatan, dengan apel malam dipimpin oleh Ipda Agustian dari Yon C Por sebagai pengendali lapangan.
Kapolres Bungo menegaskan bahwa penyekatan ini merupakan bagian dari strategi memutus rantai logistik PETI, khususnya di wilayah Rantau Pandan dan Bathin III Ulu. “Kami ingin mempersempit ruang gerak pelaku PETI dengan menghentikan suplai BBM dan alat berat yang menjadi tulang punggung aktivitas ilegal tersebut,” tegasnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Bungo. Tim Satgas Zero PETI Kabupaten Bungo pun berencana memperluas pola penyekatan ini ke wilayah lain yang terindikasi menjadi pusat aktivitas tambang ilegal.
Dengan sinergi lintas sektor dan pendekatan yang lebih strategis, aparat berharap dapat menekan laju kerusakan lingkungan akibat PETI serta mengembalikan ketertiban di tengah masyarakat.(Dyan)**








