Rekaman Suara Mengguncang Bungo: Oknum Politisi Berinisial “S” Diduga Bekingi Puluhan Alat Berat PETI di Tanah Tumbuh–Limbur Lubuk Mengkuang
Bungo_Jambi– Di tengah gencarnya komitmen Bupati Bungo, H. Dedy Putra, dalam memberantas praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), serta langkah tegas Kapolres Bungo, AKBP Natalena Ekocahyono, yang turun langsung memimpin operasi penertiban, publik justru dikejutkan oleh beredarnya sebuah rekaman suara yang menghebohkan.
Rekaman berdurasi beberapa menit itu diduga kuat berasal dari seorang oknum anggota partai politik berinisial “S”. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara pria yang mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk membekingi puluhan alat berat yang beroperasi di kawasan Tanah Tumbuh dan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo.
Lebih mencengangkan, suara dalam rekaman itu juga diduga memberikan arahan kepada para pelaku PETI untuk mengantisipasi kedatangan awak media yang tengah menyelidiki aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Dalam potongan rekaman yang kini telah menyebar luas di kalangan masyarakat dan insan pers, terdengar jelas instruksi untuk mengumpulkan para pemain PETI:
“Wi, kalau bisa kawan bagi tau segalo pemain di mudik. Besok pagi kito adokan pertemuan wi untuk pertamo kali membahas orang di ili ko (awak media) nak ke mudik untuk antisipasi. Yang kedua ini jangan sampai kemudian di media sudah mulai muncul, itu yang harus kito bahas samo-samo. Kawan bawalah orang tuh.”
Tak berhenti di situ, dalam bagian lanjutan rekaman, sosok yang diduga “S” kembali menekankan pentingnya konsolidasi dan kekompakan jaringan PETI:
“Bertemu dak harus di Bungo, dimano be. Galo-galonyo wi tunjukan video rekaman cakap mamak ko dengan yang lain. Siapopun yang ikut nak bermain di mudik, rapatkan barisan.”
Isi rekaman tersebut memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan oknum berpengaruh yang berupaya mengatur strategi untuk melindungi aktivitas PETI dari jeratan hukum dan sorotan media.
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa puluhan alat berat yang diduga dibekingi oleh oknum tersebut masih bebas beroperasi di wilayah hulu sungai tanpa hambatan berarti, meskipun operasi penertiban terus digencarkan oleh pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Datuk Rio (kepala desa) di wilayah terdampak belum membuahkan hasil. Tak satu pun pejabat desa berhasil ditemui untuk memberikan keterangan terkait keberadaan alat berat maupun aktivitas PETI di wilayah mereka.
Kasus ini menambah panjang daftar dugaan praktik pembiaran dan perlindungan ilegal terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Bungo. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas rekaman suara tersebut, mengungkap identitas sosok “S”, serta memastikan tidak ada oknum partai politik maupun pejabat yang bermain di balik kerusakan lingkungan dan maraknya tambang emas ilegal.
🎧 Dengarkan rekaman suara yang menghebohkan tersebut di tautan berikut:
👉 https://youtu.be/LNg1GrLlcM8?si=Q6fE21WopNSMwVPw
Jika terbukti, kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan tamparan keras bagi integritas politik dan komitmen pemberantasan PETI di Bungo.
(Tim Bungo – Media Liputan Khusus Kriminal)











