PEMPROV SUMSEL TUTUP MATA! PULUHAN TAHUN WARGA TANJUNG KEMALA TERPANGGANG BANJIR, GORONG-GORONG MAUT NYARIS TELAN
BATURAJA TIMUR, MINGGU 10 MEI 2026 – Penderitaan rakyat di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, seolah dianggap angin lalu oleh para pemangku kebijakan yang duduk di kursi empuk pemerintahan. Puluhan tahun lamanya, warga di Kampung IV, RT 13/RW 07, harus berjibaku dengan banjir yang tak kunjung usai akibat konstruksi gorong-gorong yang tidak manusiawi. Lubang drainase yang sangat sempit dan kecil kini menjadi sarang penyumbatan sampah massal yang memicu luapan air bah setiap kali hujan menyapa. Kondisi ini bukan lagi sekadar masalah infrastruktur biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa masyarakat yang dibiarkan terlunta-lunta tanpa solusi konkret.
Masyarakat bertanya-tanya dengan nada pedas, ke mana perginya mata hati pemerintah daerah dan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan? Alasan klasik bahwa lokasi tersebut merupakan “proyek provinsi” seolah menjadi tameng bagi birokrasi untuk lepas tangan dan membiarkan warganya terus terendam air. Padahal, sejarah mencatat bahwa arus deras dari luapan gorong-gorong maut ini sudah pernah nyaris merenggut nyawa warga setempat. Apakah pemerintah memang sengaja menunggu adanya korban jiwa yang benar-benar melayang sebelum akhirnya mau menggerakkan tangan untuk merombak total beton-beton sempit tersebut?
Kini kemarahan warga sudah mencapai titik didih. Mereka tidak lagi butuh janji manis atau alasan administratif yang bertele-tele. Warga Tanjung Kemala mendesak adanya aksi nyata untuk memperbesar diameter gorong-gorong agar aliran air tidak terhambat sampah dan tidak lagi meluap ke pemukiman. Jika mata hati pemerintah masih berfungsi, seharusnya jeritan warga yang sudah berpuluh-puluh tahun ini didengar dan segera ditindaklanjuti dengan pembongkaran total. Rakyat tidak butuh alasan “wewenang”, rakyat butuh keselamatan dan kenyamanan hidup di tanah mereka sendiri.
Redaksi: By Rudhi
Lokasi: OKU, Sumatera Selatan







